Langsung ke konten utama

Kisah Humor Sahabat Rasulullah

Perlu sobat ketahui bahwa sesungguhnya melucu itu tidak haram dan boleh-boleh saja, seperti sahabat-sahabat Rasul yang diantaranya adalah Nu'aiman bin Umar Al-Anshari r.a. Banyak sekali anekdot dan peristiwa-peristiwa lucu atau ganjil yang diriwayatkan darinya. Nu'aiman bin Umar Al-Anshari ra. Merupakan salah satu sahabat yang menyaksikan baitul 'aqabah yang terakhir. Selain itu, dia juga ikut dalam perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, dan perang-perang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Nu'aiman bin Umar Al-Anshari r.a. adalah kelompok sahabat Anshar yang terdahulu dan pertama-tama masuk Islma (assabiquna al-awwalun) yang diridhai Allah Swt. dan mereka pun ridha kepada Allah Swt. seperti yang termaktub di dalam surat At-Taubah. "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam dari golongan Muhajiri dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar (At-Taubah: 100)"
Zubair bin Bakar dalam kitab Al-Fukahah wa Al-Marah meriwayatkan beberapa anekdot dan peristiwa lucu dari Nu'aiman bin Umar Al-Anshari r.a. Disini saya akan menyebutkan beberapa contohnya.

Zubair bin Bakar berkata, Setiap ada Thurfah (sestatu yang baru dan menarik) sampai ke Madinah, pasti Nu'aiman bin Umar Al-Anshari r.a. membelinya. Suatu hari, Nu'aiman membawa thureah kdpada Rasulullah Saw.
"Ini aku hadiahkan kepadamu, ya Rasul," kata Nu'aiman sambil bergegas pergi. Tapi tak lama kemudian datanglah pemilik thurfah meminta meminta Nu'aiman membayar harga thurfah yang telah ia hadiahkan kepada Rasulullah Saw. tersdbut. Nu'aiman membawa si pemilik thurfah kepada Rasulullah, lalu Nu'aiman berkata, "Ya Rasullah, bayarlah harga thurfah ing kepada si pemiliknya."
Rasulullah Saw. lalu bertanya, "Bukankah barang ini kamu hadiahkan kepadaku?" tanya Rasulullah.
"Benar, ya Rasul" jawab Nu'aiman.
"Akan tetapi sungguh aku tidak memiliki uang untuk membayarnya. Aku hanya ingin sekali engkau memilikinya!" mendengar jawaban An-Nu'aiman tersebut Rasulullah langsung tertawa, lalu memerintahkan kepada salah seorang sahabat untuk membayar barang tersebut kepada pemiliknya.

Zubair bin Bakar juga meriwayatkan kisah yang lain melalui Rabi'ah bin Utsman. Dia berkata, suatu ketika ada seorang Badui datang menemui Rasulullah Saw. Badui itu menderumkan untanya di halaman masjid Rasul. Beberapa sahabat berkata kepada Nu'aiman Al-Anshari r.a., "Sembelihlah unta itu lalu kita makan dagingnya, karena kami ingin sekali makan daging."

Permintaan para sahabat itu dituruti oleh Nu'aiman. Dia benar-benar menyembelih unta tersebut. Ketika orang Badui si pemilik unta keluar, dia pun berteriak kaget, "Wahai Muhammad, untaku telah disembelih orang."
Rasulullah Saw. lalu keluar dan bertanya kepada para sahabat yang ada di situ, "Siapa yang melakukannya?" tanya Rasul. "Nu'aiman yang melakukannya," jawab para sahabat.
Rasulullah Saw. segera pergi mencari Nu'aiman. Akhirnya Rasulullah berhasil mengetahui di mana Nu'aiman berada, yaitu di rumah Dhaba'ah binti Zubai bin Abdul Mutalib.

Di rumah tersebut Nu'aiman bersembunyi di bawah lorong bawah tanah yang atasnya ditutupi pelepah kurma.
Seseorang lalu menunjukkan kepada Rasulullah Saw. Dimana Nu'aiman bersembunyi. Nu'aiman pun segera dibawa keluar dan Rasulullah bertanya kepadanya, "Apa yang mendorongmu melakukan semua itu?" Nu'aiman berkata, "Orang-orang yang menunjukkan kepadamu dh mana aku bersembunyi itulah yang memerintahkanku melakukan hal itu."
Rasulullah Saw. kemudian tertawa dan mengusap debu yang menempel di wajah Nu'aiman, lalu membayar ganti hewan unta tersebut.

Selain Nu'aiman bin Umar Al-Anshari r.a juga ada sahabat lainnya yang terkenal kocak dan memiliki jiwa humoris. Nama sahabat kocak itu adalah Suwaibit bin Hamalah. Dia berhasil mengerjai dan mempermainkan Nu'aiman yang juga sering mengerjai orang. Suwaibit juga termasuk sahabat yang ikut dalam perang Badar.

Ibnu Abdul Bar menjelaskan catatan biografi Suwaibit bin Harmalah r.a di dalam kitab Al-Isti'bad. Ibnu Abdul Bar berkata "Suwaibit bin Harmalah adalah orang yang suka bercanda dan sangat kocak." Dia memiliki sebuah kisah lucu bersama Nu'aiman dbn Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. Di sini saya akan menyebutkan kisah lucu tersebut karena di samping ganjil dan lucu juga mengandung nilai akhlak yan baik.

Ummu Salamah r.a. berkata, setahun sebelum wafatnya Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiq pergi berdagang ke Bashra ditemani oleh Nu'aiman dan Suwaibit bin Harmalah. Kedua sahabat ini sama-sama ingin ikut dalam Perang Badar. Pada waktu itu Nu'aiman kebagian memb awa bekal perjalanan. Suwaibit yang suka bercanda dan kocak berkata kepadanya, "Beri aku makan." Nu'aiman menolak, "Tidak, tunggu sampai Abu Bakar r.a datang," katanya. Suwaibit pun kesal dan berkata, "Sungguh aku akan mengerjaimu dan membuatmu marah."

Ketika keduanya melewati suatu kaum, Suwaibit berkata kepada mereka, "Apakah kalian berminat membeli budak dariku" Mereka berkata "Baiklah. Kami tentu akan membelinya" Suwaibit lalu berkata, "Tapi ada hal aneh pada budakku itu. Kalau kalian ingin membelinya, dia pasti akan bilang, 'Aku bukan budak. Aku orang merdeka.' jika budakku itu berkata demikian maka kalian jangan membelinya." Karena orang-orang terlanjur tertarik dengan budak tawaran Suwaibah maka mereka berkata, "Meskipun budakmu bilang begitu, kami akan membelinya," kata mereka sambil menyerahkan sepuluh unta sebagai harganya.

Mereka pun segera mendatangi 'si budak' dan meletakkan surban untuk mengikat lehernya. Tentu saja Nu'aiman protes, "Laki-laki yang bekata kepada kalian itu hanya main-main. Aku bukan budak. Aku orang merdeka," jelasnya. Tapi orang-orang tetap mengikat leher Nu'aiman dan berkata, "Kami telah diberi tahu tuanmu kalau kamu akan mengatakan hal ini."
Mereka pun membawa Nu'aiman pergi. Ketika Abu Bakar datang, Suwaibit menceritakan apa yang telah terjadi. Keduanya segera mengikuti orang-orang yang telah membeli Nu'aiman tersebut untuk mengembalikan sepuluh unta yang telah mereka serahkan sebagai ganti Nu'aiman. Sepulang dari berdagang, cerita ini disampaikan kepada Rasulullah, sehingga Rasulullah dan orang-orang yang mendengarnya pun tertawa.

Suatu ketika, Makhramah bin Naufal seorang kakek berusia 115 tahun dan sudah buta tiba2 terlihat sudah berdiri di salah satu sujud masjid ingin pipis. Para sabahabt yang sedang berada di mesjid lalu meneriakinya, "Mbah Masjid, masjid Mbah" (maksudnya jangan pipis disitu, karena itu bagian dari masjid).
Nu'aiman bin Umar Al-Anshari r.a langsung memegang tangan Makhramah dan menuntunnya ke salah satu sudut masjid yang lain, lalu berkata, "kencing disini aja mbah"
Melihat hal itu para sahabat kembali meneriakinya,"Mbah itu Masjid Mbah!!"

Tentu Makhramah ngedumel marah marah, "Celakalah kalian, siapa yang tadi nuntun saya ke tempat ini?!"
Para sahabat kemudian berkata, "Nu'aiman yang membawa simbah ke sini."
Makhramah berkata, "Liat aja nanti, aku berjanji, jika aku bertemu Nu'aiman, aku akan memukulnya dengan tongkatku ini sekeras-kerasnya!"
Setelah mendengar omongan Makhramah tersebut, Nu'aiman tidak menampakkan diri sampai beberapa waktu.
Beberapa hari kemudian Nu'aiman datang menemui Makhramah di masjid. Kebetulan Khalifah Utsman bin Affan r.a. sedang shalat di salah satu sudutnya. Nu'aiman berkata kepada Makhramah sambil membedakan suaranya dari sebelumnya supaya tidak dikenali Mbah Makhramah,
"Apa kamu ingin membalas Nu'aiman mbah?" "Benar," jawab Makhramah mantap.

Nu'aiman lalu memegang tangan Makhramah dan membawanya menuju tempat di mana Khalifah Utsman bin Affan r.a. sedang menunaikan shalat. Rupanya beliau sedang khusuk menunaikan shalat, Utsman bin Affan r.a. tidak memperhatikan sekelilingnya.
Nu'aiman kemudian berkata kepada Makhramah, "Orang yang sedang shalat ini adalah Nu'aiman Mbah."
Kontan saja Makhramah langsung memegang tongkatnya, dengan ancang2 kuat dia memukulkan tongkatnya mengenai bahu Utsman bin Affan r.a. Menyebabkan Utsman bin Affan r.a pingsan. Seketika itu juga para sahabat langsung meneriaki Makhramah, "Waduh mbah, yang kamu pukul itu Amirul mukminin, bukan Nu'aiman!"

Dasarr Nuaiman sahabat nabi yang paling usil..

Terjemahan bebas dari Zubair bin Bakar dalam kitab Al-Fukahah wa Al-Marah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Ali Bin Abi Thalib dan Wanita Hamil

Dikutip dari buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam , pada zaman Khalifah Utsman ada seorang perempuan yang melahirkan dalam usia kehamilan enam bulan. Kemudian perempuan itu dibawa ke hadapan Khalifah Utsman. Mungkin karena ketidaktahuannya, Khalifah Utsman memerintahkan agar perempuan tersebut dihukum rajam (hukuman bagi pelaku zina dengan dilempari batu hingga meninggal) karena dianggap telah melakukan zina. Pada waktu itu pikiran Utsman sederhana saja, masa iya baru enam bulan sudah melahirkan.   Akan tetapi, perempuan itu menolak hukuman tersebut karena ia mengaku tidak pernah berbuat zina. Sontak saja peristiwa ini membuat heboh masyarakat Islam. Maklum karena pada saat itu belum ada informasi valid tentang masa perempuan paling cepat melahirkan adalah enam bulan sebagaimana yang dikukuhkan Imam Syafi’i suatu hari nanti. Hingga akhirnya kabar tersebut sampai ke telinga Ali bin Abi Thalib. Ali menegaskan kalau usia kehamilan minimal adalah ...

Rasulullah Ditinggalkan Jama'ahnya Saat Khotbah Jum'at

Suatu ketika usai melaksanakan salat jumat, Nabi Muhammad saw berdiri dan menghadapakan wajahnya kepada para sahabat untuk ceramah, menyampaikan syiar-syiar agama. Lalu datang kafilah dagang dipimpin Dihyah Ibnu Khalifah berhenti tepat di depan masjid. Kafilah dagang itu membunyikan sesuatu dengan nyaring sebagai pemberitahuan kepada penduduk Madinah bahwa beragam barang mewah sudah siap dijual. Mungkin kafilah dagang ini memang sangat ditunggu kedatangannya oleh penduduk Madinah, sehingga para sahabat yang tengah mendengarkan ceramah Rasulullah menjadi gelisah, ingin segera keluar keluar masjid guna berburu barang jajakan Dihyah Ibnu Khalifah. Di antara jamaah yang mendengarkan ceramah Rasulullah bingung antara terus duduk mendengarkan dan meninggalkan ceramah. Mungkin selain stok barang yang dijajakan terbatas, mereka juga tidak ingin barang tersebut dibeli orang lain. Apalagi, kafilah dagang ini tidak menentu datangnya. Sehingga, berhamburanlah para sahabat meninggalkan Rasulul...

Kisah Rasulullah Menangis Karena Pohon Kurma

Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam , terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru pulang tanpa menunggu pembacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah selesai. Ada satu kesempatan, Rasulullah mencoba meminta klarifikasi pada pria tersebut.  “Hai, apakah kamu ini tidak punya permintaan yang perlu kamu sampaikan pada Allah sehingga kamu tidak pernah menungguku selesai berdoa. Kenapa kamu buru-buru pulang begitu? Ada apa?” tanya Nabi.  Abu Dujanah menjawab, “Anu Rasulullah, kami punya satu alasan.” “Apa alasanmu? Coba kamu utarakan!” perintah Baginda Nabi.  “Begini,” kata Abu Dujanah memulai menguraikan jawabannya. “Rumah kami berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Nah, di atas pekarangan rumah milik tetangga kami ini, terdapat satu pohon kurma menjulang, dahannya menjuntai ke rumah kami. Setiap k...

Kisah Rasul Dengan Penggali Kubur Yang Telah MenZinahi Mayat

Diambil dari Kitab Mukasyafah Al Qulub Karangan Imam Ghazali . Diriwayatkan bahwa pada zaman Rasulullah s.a.w, Umar bin Khaththab, salah seorang sahabat terdekat Rasullulah s.a.w menangis di depan pintu rumah Rasulullah s.a.w. Mendengar suara Umar bin Khaththab berada di luar, maka Rasulullah s.a.w segera keluar dan bertanya kepada Umar bin Khaththab, “Wahai Umar mengapa engkau menangis?” Kemudian Umar menjawab: “Wahai Rasulullah, bersamaku ada seorang pemuda yang telah membuat hatiku sedih dengan tangisnya.” Lalu Rasulullah s.a.w memerintahkan Umar agar membawa masuk anak muda tersebut ke dalam. Atas perintah tersebut, Umar bin Khaththab lalu mengajak pemuda yang datang bersamanya sambil keduanya tetap menangis. Pemuda itu disuruh duduk di depan Rasulullah s.a.w dan Umar Ibnu Khaththab duduk di sebelahnya. Rasulullah s.a.w kemudian bertanya: “Wahai pemuda, mengapa engkau menangis?” Pemuda itu menjawab sambil tetap menangis: “Wahai Rasulullah, dosaku sangat...

Kisah Jenaka Jaman Rasulullah

Beberapa kisah humor dan canda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) selalu menjadi inspirasi yang sehat, cerdas, positif dan menyegarkan. Meskipun seorang Nabi, beliau tetap bercanda dan memiliki humor sebagaimana manusia pada umumnya. Hanya saja canda beliau tak pernah dusta. Berikut beberapa kisah canda Rasulullah SAW: Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW dan meminta agar membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”. Sahabat itu bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barangku ini?” Rasulullah pun menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta,”. Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. ( Riwayat Imam Ahmad, A...