Langsung ke konten utama

Romantisme Rasulullah

Dalam sebuah riwayat, mandi bersama dengan Siti ‘Aisyah radhiyallahu anha dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama.
Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).
Dalam riwayat Ibnu Hibban menambahkan, “Dan tangan kami bersentuhan”.


Rasulullah, sering tidur di pangkuan Siti ‘Aisyah, meski istrinya sedang haids.
Dari Urwah ia pernah ditanya orang, “Bolehkah wanita haids melayaniku dan bolehkah wanita junub mendekatiku?”
Urwah berkata, “Semuanya boleh bagiku, semuanya boleh melayaniku, dan tiada celanya. ‘Aisyah telah menceriterakan kepadaku bahwa dia pernah menyisir rambut Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ketika dia sedang haidsh, padahal ketika itu Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sedang i’tikaf di masjid; beliau mendekatkan kepalanya kepadanya (‘Aisyah) dan dia (‘Aisyah) ada di dalam kamarnya, lalu ia menyisir beliau, padahal ia sedang haids.”

Ummu Salamah berkata, “Ketika aku bersama Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidur-tiduran di kain hitam persegi empat (dalam satu riwayat: di lantai, tiba-tiba aku haids, lalu aku keluar dan mengambil pakaian haidsku, lalu beliau bertanya, ‘Mengapa kamu? apakah kamu nifas?’ Aku menjawab, ‘Ya.’ Beliau lalu memanggilku, lalu aku tidur bersama beliau di lantai yang rendah.”

Ummu Salamah biasa mandi bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana dan beliau suka menciumnya, padahal beliau sedang berpuasa.

Dari Ibnu Abbas, “Bahwa Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah mandi dari air sisa Maimunah.” (HR Muslim).
Nabi juga dikenal memanjakan wanita (istri-istrinya).
Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)
Sepiring berdua, gurauan dan ciuman

Rasulullah membiasakan mencium istri ketika hendak bepergian atau baru pulang.
Dari ‘Aisyah radhiallahu anhu, bahwa Nabi SAW biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga suka memakan dan meminum berdua dari piring dan gelas istri-istrinya tanpa merasa risih atau jijik.
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata: “Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam .“ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata: “Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum di gelas yang digunakan ‘Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit ‘Aisyah.(HR Muslim No. 300)

Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisya, bacalah do’a: “Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

Rasulullah juga bergurau bersama, di kala sedang dekat dengan istrinya.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, ‘Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi SAW hanya tertawa melihat mereka. (HR Nasa’i dengan isnad hasan)

Begitulah Rasulullah. Beliau dikenal bersikap lembut dan sayang pada istrinya. Beliau juga menyayangi dan mengistimewakan istrinya di kala istrinya sedang sakit.
Dari ‘Aisyah, ia mengatakan, beliau (Nabi) adalah orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

Alhasil, Islam banyak mengajarkan kita tentang kelembutan dan sikap sayang pada pasangan. Itulah sikap romantisme yang diajarkan Islam pada para suami terhadap para istri. Sebab Rasullah bersabda, sebaik-baik para suami, adalah mereka yang bisa bersikap baik terhadap istrinya.
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nabi Daud Berzina Dengan Istri Orang

Kisah tentang pertobatan Nabi Daud AS merupa kan cerita masyhur yang banyak bertebaran di referensi-referensi israiliyyat, sebagaiannya, menurut para ahli sejarah, benar, tetapi sebagiannya dinyatakan tak valid karena dan bertentangan dengan risalah tauhid yang agung.  Mengutip Rangkaian Kisah Alquran Kisah Nyata Peneguh Imansebagai raja yang besar dan nabi mulia, rumah Daud selalu dijaga ketat oleh bala tentaranya. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan menemui Daud sebelum mendapatkan izin dari penjaga dan sesudah dikonfirmasi oleh Daud sendiri, itu pun jika sepadan dan sesuai dengan rencana pe kerjaan yang sudah ditetapkan oleh Daud . Pada hari dia beribadah, siapa pun tidak dizinkan masuk untuk mengadukan suatu perkara dan bagitulah seterusnya. Namun, pada suatu hari ada dua orang laki-laki meminta izin masuk untuk menemui Daud sesuai dengan aturannya dua laki-laki itu tidak diperbolehkan masuk. Karena yang datang itu bukan manusia biasa, akhirnya dua laki-l...

Dalil Tidak Bolehnya Melecehkan Pemimpin Dalam Islam

Tidak B ersikap K huruj ( M enentang) P emerintah M uslim K etika M ereka B ertindak S ewenang-wenang Al-Muzani menyatakan: Meninggalkan sikap khuruj (menentang kekuasaannya) ketika pemerintah bersikap sewenang-wenang dan tidak adil Terhadap pemimpinnya, seorang muslim dilarang untuk bertindak khuruj. Para Ulama menjelaskan bahwa tindakan khuruj itu bisa berupa perbuatan atau ucapan. Dalam bentuk perbuatan seperti pemberontakan atau kudeta. Sedangkan dalam bentuk ucapan, seperti cacian atau celaan terhadap penguasa. Semua itu terlarang. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam tetap memerintahkan kepada kaum muslimin untuk bersikap mendengar dan taat kepada pemimpin muslim meski ia adalah seorang sangat jahat dan bertindak sewenang-wenang. Bahkan Nabi mengibaratkan pemimpin itu berhati Syaithan dalam tubuh manusia. Tapi beliau tetap memerintahkan untuk bersikap mendengar dan taat dalam hal yang ma’ruf. يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لَا يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ، وَلَا يَسْتَنُّ...

Rasulullah Ditinggalkan Jama'ahnya Saat Khotbah Jum'at

Suatu ketika usai melaksanakan salat jumat, Nabi Muhammad saw berdiri dan menghadapakan wajahnya kepada para sahabat untuk ceramah, menyampaikan syiar-syiar agama. Lalu datang kafilah dagang dipimpin Dihyah Ibnu Khalifah berhenti tepat di depan masjid. Kafilah dagang itu membunyikan sesuatu dengan nyaring sebagai pemberitahuan kepada penduduk Madinah bahwa beragam barang mewah sudah siap dijual. Mungkin kafilah dagang ini memang sangat ditunggu kedatangannya oleh penduduk Madinah, sehingga para sahabat yang tengah mendengarkan ceramah Rasulullah menjadi gelisah, ingin segera keluar keluar masjid guna berburu barang jajakan Dihyah Ibnu Khalifah. Di antara jamaah yang mendengarkan ceramah Rasulullah bingung antara terus duduk mendengarkan dan meninggalkan ceramah. Mungkin selain stok barang yang dijajakan terbatas, mereka juga tidak ingin barang tersebut dibeli orang lain. Apalagi, kafilah dagang ini tidak menentu datangnya. Sehingga, berhamburanlah para sahabat meninggalkan Rasulul...

Kisah Ali Bin Abi Thalib dan Wanita Hamil

Dikutip dari buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam , pada zaman Khalifah Utsman ada seorang perempuan yang melahirkan dalam usia kehamilan enam bulan. Kemudian perempuan itu dibawa ke hadapan Khalifah Utsman. Mungkin karena ketidaktahuannya, Khalifah Utsman memerintahkan agar perempuan tersebut dihukum rajam (hukuman bagi pelaku zina dengan dilempari batu hingga meninggal) karena dianggap telah melakukan zina. Pada waktu itu pikiran Utsman sederhana saja, masa iya baru enam bulan sudah melahirkan.   Akan tetapi, perempuan itu menolak hukuman tersebut karena ia mengaku tidak pernah berbuat zina. Sontak saja peristiwa ini membuat heboh masyarakat Islam. Maklum karena pada saat itu belum ada informasi valid tentang masa perempuan paling cepat melahirkan adalah enam bulan sebagaimana yang dikukuhkan Imam Syafi’i suatu hari nanti. Hingga akhirnya kabar tersebut sampai ke telinga Ali bin Abi Thalib. Ali menegaskan kalau usia kehamilan minimal adalah ...

Pesan Rahasia Rasulullah Yang Dilarang Disebarkan

Nabi Muhammad terkadang juga memberikan pesan atau informasi khusus kepada salah seorang sahabatnya. Karena suatu hal, Nabi Muhammad melarang sahabatnya itu untuk memberitahukan pesan atau informasi itu kepada sahabatnya yang lain. Hal ini pernah dialami salah seorang sahabat senior Nabi, Muadz bin Jabal.  Suatu ketika Nabi Muhammad naik unta bersama dengan Muadz bin Jabal dalam sebuah perjalanan. Tiba-tiba beliau memanggil Muadz bin Jabal hingga tiga kali. Muadz bin Jabal menjawab panggilan Nabi Muhammad. Setelah Muadz berkonsentrasi, Nabi Muhammad kemudian menyampaikan sebuah pesan tentang orang yang diharamkan Allah dari siksa api neraka. “Tiada seorang pun hamba yang bersaksi dengan sungguh-sungguh dari dalam hatinya bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, kecuali Allah akan haramkan dirinya disentuh api neraka,” kata Nabi Muhammad dalam kita al-Ilm karya Bukhari, sebagaimana dikutip dari buku Muhammad Sang Guru (Abdul Fa...